Minggu, 02 Juni 2019

Anakku Kuning?!


Assalamualaikum mama mama, ku mau berbagi cerita tentang baby Dita lagi niiiih mumpung masih inget dan mungkin banyak mama mama di luar sana yang mengalami juga (Baby Dita ceritanya banyak yaaa hehe).





Setelah di rawat di inkubator selama 3 hari akhirnya baby Dita bisa pulang ke rumah yeyyyy!! (baby Dita lahir kurang bulan 35 week dan BBLR 2.250 gr atau untuk lebih lengkapnya bisa dicek di postingan sebelumnya :D).


Seminggu setelah dirawat baby Dita diharuskan kontrol ke dsa (dokter spesialis anak). Setelah ditimbang beratnya, aku dan ibu saya shock banget karena berat baby Dita yang semula 2250 gr jadi 2000 gr.


Aku, suami dan ibu semenjak pulang di rumah sudah menyadari kalau baby Dita bobo terus, susah dibangunin untuk menyusu dan mata nya terlihat menguning. Tapiiiiii... Yang nama nya anak dan cucu sendiri pasti merasa baby nya paling baik dan imut sedunia tanpa menyadari kalau baby Dita tampak mengurus sejak dibawa pulang :'' '' '' '(


Saat konsultasi dengan DSA (Dokter Spesialis Anak), maka DSA pun langsung menyarankan untuk cek bilirubin dan setelah hasilnya keluar diminta untuk langsung konsultasi ke DSA lagi di hari yang sama.


Begitu mendapat pengantar lab untuk cek bilirubin, potek potek rasanya hati kuuuuu :' (


Akhirnya aku dan ibu langsung ke laboratorium dan baby Dita diambil darahnya. Info dari petugas lab bahwa hasilnya bisa diambil 2 jam lagi.


Karena menunggu 2 jam di rumah sakit menurut aku terlalu lama dan kasian babynya kalau lama-lama di RS, akhirnya kami pulang dulu saja (kebetulan jarak antara rumah dan RS cukup dekat).


Setelah 2 jam, aku sendiri yang mengambil hasil lab sementara ibu dan baby menunggu di rumah. Jeng.. Jeng.. Jengggg.... Betul saja, bilirubin baby Dita tinggi sekali, yaitu 18 normalnya di bawah 12.


Mengetahui hasil labnya, DSA pun langsung memberi pengantar untuk rawat inap. Karena baby Dita harus disinar. Awalnya saya nego ke DSA untuk merawat di rumah saja, aku berjanji untuk lebih rajin memberi asi meskipun sedang tidur dan jemur di pagi hari. Tapi DSA dengan tegas menolak, bahkan bilang "IBU MAU NANTI ANAKNYA KEJANG!!".


Baru 1 minggu, akhirnya baby Dita harus dirawat di perina lagi....


Karena tidak bisa menyusui baby Dita secara langsung karena harus dirawat, aku bertekad dalam hati untuk harus rajin pumping. Pokoknya baby Dita harus minum asi, pokoknya stok ASIP aku di RS harus banyak, jangan sampai baby Dita minum susu formula. (kebetulan saat itu asi saya sudah keluar banyak).


Setelah dirawat 4 hari, baby Dita dicek lab lagi bilirubinnya. Woowww ternyata bilirubin baby Dita sudah turun menjadi 7. Akhirnya hari itu juga baby Dita bisa dibawa pulang…


Sejak saat itu, kami di rumah bertekad agar baby Dita harus menyusu buaaaanyakkkk agar tidak kuning lagi dan mengejar kenaikan BBnya.


Pesan buat mama mama yang babynya kuning


- Gempur dengan asi/ sufor (bagi yg memilih sufor) maaaa. Semangatttt!

- PERAN SERTA SUAMII!!!! Kemarin saya down bangetttt, merasa jadi  mama yang payah yang masih fakir ilmu yang tidak amanah dalam menjaga anak. Tapiiiiii pak suami gak pernah nangis (mungkin pernah, tapi gak pernah ditampilin kali yaaa), gak pernah panik, selalu semangatin buat pumping untuk stok baby di RS tapi juga gak mengintimidasi meskipun hasil pumpingnya sedikit karena kebawa sedih. Bahkaaaaannnn saya yang gak pernah boleh makan mie instan, ditawarin makan mie instan karena udah tau kalo istrinya udah spaneng bangetttt hehehe :p

- Jangan sedih (emang gabakal bisa gak sedih sih) tapi percaya deh, baby kita jauh lebih butuh asi kita bukan sesih kita. Lagian di RS pasti sudah dapat penanganan yang baik kaaaaannn..


Pokoknya semangat ya maaa, badai pasti berlaluuuu...





Oleh Dwi Isti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow me

Jangan hanya angan di angan saja