Kamis, 28 Februari 2019

Review Our Wedding Vendor “CV. Hj. Tini Suherlan”

02.07
Assalamualaikum Wr. Wb. temen-temen…


Waaa sebenarnya udah setahun lebih pernikahannya. Jadi mudah-mudahan review nya masih cocok yaa.. Atau bahkan ada peningkatan dari vendor yang mau kita bahas.



Karena sudah lama gak nulis, maaf maaf ya kalau tulisannya berantakan secara struktur dan bahasa :’) Apalagi kayaknya tulisannya bakal panjang, jadi sabar sabar ya gaiss hehe..

Saya, suami dan keluarga dari awal sudah memutuskan venue-nya yaitu di Masjid Darul Adzkaar Karang Tengah, Lebak Bulus dengan pertimbangan ruangan yang cukup lega untuk jumlah undangan, jarak dekat rumah, aula yang ada di lantai bawah dan harga yang masih terjangkau (bisa cek di artikel sebelum ini “Finding the Perfect Wedding Venue”). Sehingga kami tinggal cari vendor untuk cateringnya.




Pada waktu itu saya, suami dan ibu datang ke Wedding Expo di JCC untuk liat-liat vendor. Tapi karena harganya gak masuk budget dan saat itu masih siang, kami pun berencana mendatangi vendor terdekat untuk melihat-lihat harga yang sesuai (ngecek ombak ceritanya hehhe..). Kebetulan saat kami ke Masjid Darul Adzkaar untuk DP gedung, kami ambil beberapa brosur catering yang kerjasama. Salah satunya adalah CV. Hj. Tini Suherlan.

CV. Hj. Tini Suherlan (disingkat TS) selain kerjasama dengan gedung yang kami pilih, juga rekomendasi dari keluarga. Karena service nya cukup baik dengan harga yang terjangkau. Dalam brosur pun, TS cukup berani untuk mencantumkan harga. Berbeda dengan beberapa catering lain yang tidak mencantumkan harga (harus menghubungi marketing terlebih dulu), sehingga membuat customer ragu apakah harga yang ditawarkan oleh marketing merupaka harga resmi atau sudah di-mark up.

Singkat cerita, kami sampai di kantor TS yang bertempat di Pasar Minggu. Bertemu dengan Ibu Al yang ramah. Kami pun langsung mencocokan brosur TS yang kami punya dengan brosur TS terbaru apakah ada kenaikan harga atau tidak. Ternyata ada kenaikan sedikit, tapi masih masuk budget kita juga sih..

Awalnya kami mau liat-liat dulu dan perbandingan harga, eeeh.. malah diminta ke atas sekalian untuk fitting baju untuk resepsi. Setelah saya, suami dan ibu ke atas untuk fitting beberapa baju resepsi, merasa cocok karena baju nya bagus-bagus dan ada yang sesuai keinginan (Saya dan suami dari awal ingin pakai baju brukat hitam) jadi lah kami memutuskan untuk memakai vendor ini saja.

Untuk pembayaran catering, TS menerapkan pembayaran secara bertahap
1.       Pembayaran DP
2.       Pembayaran 20% di bulan berikutnya
3.       Pelunasan sampai dengan 2 minggu sebelum hari-H

Oh iya, tiap-tiap marketing disini berbeda-beda dalam hal pemberian gratisannya. Kalau saya sama Ibu Al diberi banyak gratisan (hehehe…) yaitu baju sepasang pengantin untuk akad (lengkap dari atas sampai bawah), kain untuk ibu (2 buah) pada saat akad, beskap (2 buah lengkap) untuk saudara dan baju pengantin untuk resepsi premium yang biasanya ada tambahan biaya. Asikkk…

Ibu Al juga banyak memberikan masukan soal konsumsi. Baik gubukan mau pun buffet. Jadi makanan yang kami pilih jangan sampai salah, mengecewakan atau bahkan banyak terbuang.

Karena kami pakai adat Jawa maka kami kena tambahan biaya (±750.000). Untuk susunan upacara adatnya adalah Panggih, Balangan Suruh, Injak telor, Basuh Kaki, Kirab, Timbangan, Kacar Kucur, Dulangan dan Sungkeman. Untuk semua alat dan bahan disiapkan dari pihak TS, kecuali koin-koin untuk kacar kucur yang disiapkan sendiri oleh pihak keluarga.

Bu Al juga cukup responsif kalau tanya-tanya lewat WA, tapi kita harus sebutkan nama saya & suami, waktu dan lokasi di tiap WA (mungkin sambil dilihat berkasnya dulu biar tidak salah ya :p)

THE DAY (JENG.. JENGG.. JENGGG..)

Sudah dari jauh-jauh hari saya konfirmasi kepada Ibu Al, bahwa Bapak penghulu minta agar akad dapat dimulai pkl 07.00 karena setelah itu beliau masih ada jadwal lagi di tempat lain. Dan malam sebelumnya kami sudah diberikan nomor HP Team Leader yang bertanggungjawab atas acara pernikahan.

Saya dan keluarga inti datang ke venue sekitar pkl 05.00 pagi. Dan apa yang terjadi???? Dekor belum selesai, bahkan beberapa pekerja masih ada yang tertidur.

Saya pun memasuki ruang rias. Petugas make up & baju belum ada yang datang, saya hubungi Team Leader kata nya masih di jalan (ASTAGAAA…!!) Sambil menunggu petugas make up & baju saya pun keliling ruangan untuk mengecek dekor.

Pada pkl 06.00 petugas baru datang. Akhirnya make up dan pakai baju akad dilakukan dengan agak terburu-buru, ditambah memang akad rencana nya dimulai lebih awal. Karena make up akad tidak terlalu tebal, jadi pkl 07.00 sudah beres semua.

DAAAAANNNN… ada kejadian yang bikin pusing lagi lagi dan lagi. Sudah pkl 07.00, MC akad belum datang. MC datang sendiri, tidak bersama dengan petugas TS yang lain. Setelah menunggu 30 menit, acara akad pun akhirnya dimulai. Untung aja bapak penghulu nya gak keburu pulang ya :””””””)   

Untuk resepsi, karena di awali dengan adat Jawa maka dimulai pada pkl 10.30. Kalau dimulai pkl 11.00 takutnya terlalu lama dan memakan waktu untuk makan siang tamu. Rangkaian upacara adat

berlangsung lancar karena dipandu oleh petugas TS. Setelah upacara adat, dilanjutkan dengan sambutan dan foto bersama.

Notes untuk capeng yang ingin memakai vendor TS :
1.  Makanan
    Nasi goreng teri rasanya enaaaakkk. Untuk ayam, kami pilih ayam kuluyuk yang tanpa tulang (karena di beberapa pernikahan kalau menyajikan ayam potong banyak yang terbuang). Jus nya masih sisa 2 tempat dan kami bawa pulang. Dan Alhamdulillah kemarin banyak tamu yang bilang kalau makanannya enak








2.  Make up dan Baju
  Petugas meskipun waktunya sempit, mereka tetap tidak terburu-buru. Sungguh professional. Oh iya, kemarin saya pakai paes dan terlihat bagus sekali dibuatnya.




3.  Dekor Pelaminan
    Kemarin kami minta untuk dekor pelaminan menggunakan gebyok, dengan tambahan gunungan besar untuk di kanan kiri nya, dan patung loro blonyo.




4.   Dekor Ruangan
   Dengan nuansa hijau coklat dan bunga asli, dekor ruangan cukup ramai tapi tidak terkesan norak. Memuaskan!






5.   Upacara adat
    Kalau mau pakai upacara adat sudah disiapkan dari pihak TS, (ada di link Prosesi   Pernikahan Adat Jawa)


6.   Organ Tunggal
     Kalau saran saya, sebaiknya tidak usah pakai organ tunggal. Kemarin kami pakai organ tunggal (dengan tambahan biaya 1.500.000) sungguh tidak worth it. Karena sedikitnya waktu dan beberapa kali terpotong MC yang memanggil daftar foto bersama. Tapi kalau tetap mau, kita bisa request apakah mau penyanyi laki/perempuan, pakai hijab/tidak dan minta jenis lagu yang dibawakan.


7.  Foto
   Foto pernikahan dapat diambil sebulan setelah dilangsungkan resepsi. Kemarin kami pakai paket yang sudah termasuk foto pre-wedding, jadi lebih hemat disbanding foto sendiri di luar. Untuk foto pre-wedding, kita harus berjadwal dengan pihak TS kapan bisa nya. Kalau tidak salah maksimal 2 bulan sebelum hari-H harus sudah foto pre-wedding.


8.   Kebersihan
   Naaaaah! Ini yang saya cermati banget-banget. Beberapa kali test food dan menyaksikan TS saat sedang “main”. Meskipun terlihat sepele, saya sangat menyayangkan kalau dari dekor sudah bagus, riasan bagus, makanan enak tapi kebersihan, kesigapan bahkan box piring kotornya JOROK. Makanya kemarin saya benar-benar minta sama Ibu Al, bahwa box piring kotornya jangan yang jorok (HARUS YANG BERSIH), jangan ada bekas hitam-hitam. Karena akan terlihat oleh tamu yang sedang makan (hehe.. bawel banget ya)




Untuk biaya yang dikeluarkan untuk 800 porsi dan sudah termasuk tambahan-tambahan (1 gubukan, organ tunggal dan upacara adat) menurut saya cukup terjangkau. Per tahun 2017 akhir, berkisar 67 jt ++

Mudah-mudahan artikel ini bisa membantu capeng yang lainnya. Kalau memang mau memilih TS, harap bawel-bawel ke marketingnya. Siapa tau bisa dapat banyak gratisan dan mengingatkan mengenai manajemen waktu, agar tidak serba terburu-buru seperti waktu pernikahan saya.
Terima kasih sudah membaca, Ciaooo!!

Ditulis oleh : @Dwi.duaa


Prosesi Pernikahan Adat Jawa

01.58
Kebudayaan bangsa Indonesia sangatlah beraneka ragam dari Sabang sampai Merauke, bermacam-macam suku bangsa dan itu tidak boleh hilang.
Misalnya saya kelahiran dari Jawa dan kebanyakan keluarga-keluarga saya dari Jawa, jadi untuk jaman dulu kakek nenek selalu melakukan aktivitas dengan adat Jawa, dari penghitungan hari baik (weton), pembangungan rumah, sampai di pernikahan.




Dalam pernikahan adat Jawa dulu sangat panjang prosesinya dan merupakan upacara yang sangat sakral, bisa 1 minggu sendiri untuk prosesnya. Namun sekarang upacara pernikahan adat Jawa mulai tergerus oleh perkembangan jaman, bisa dihitung dengan jam. Karena faktor efisien juga bisa mempengaruhi.



Kali ini saya mau berbagi cerita runtutan prosesi pernikahan adat Jawa, yaitu :

1. Nontoni
Pada tahap ini sangat dibutuhkan peranan seorang perantara. Perantara ini merupakan utusan dari keluarga calon pengantin pria untuk menemui keluarga calon pengantin wanita. Pertemuan ini dimaksudkan untuk nontoni, atau melihat calon dari dekat. Biasanya, utusan datang ke rumah keluarga calon pengantin wanita bersama calon pengantin pria. Di rumah itu, para calon mempelai bisa bertemu langsung meskipun hanya sekilas. Pertemuan sekilas ini terjadi ketika calon pengantin wanita mengeluarkan minuman dan makanan ringan sebagai jamuan. Tamu disambut oleh keluarga calon pengantin wanita yang terdiri dari orangtua calon pengantin wanita dan keluarganya, biasanya pakdhe atau paklik.



2. Nglamar
Sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, perantara akan menanyakan beberapa hal pribadi seperti sudah adakah calon bagi calon mempelai wanita. Bila belum ada calon, maka utusan dari calon pengantin pria memberitahukan bahwa keluarga calon pengantin pria berkeinginan untuk berbesanan. Lalu calon pengantin wanita diajak bertemu dengan calon pengantin pria untuk ditanya kesediaannya menjadi istrinya. Bila calon pengantin wanita setuju, maka perlu dilakukan langkah-langkah selanjutnya. Langkah selanjutnya tersebut adalah ditentukannya hari H kedatangan utusan untuk melakukan kekancingan rembag (peningset).
Peningset ini merupakan suatu simbol bahwa calon pengantin wanita sudah diikat secara tidak resmi oleh calon pengantin pria. Peningset biasanya berupa kalpika (cincin), sejumlah uang, dan oleh-oleh berupa makanan khas daerah. Peningset ini bisa dibarengi dengan acara pasok tukon, yaitu pemberian barang-barang berupa pisang sanggan (pisang jenis raja setangkep), seperangkat busana bagi calon pengantin wanita, dan upakarti atau bantuan bila upacara pernikahan akan segera dilangsungkan seperti beras, gula, sayur-mayur, bumbon, dan sejumlah uang.
Ketika semua sudah berjalan dengan lancar, maka ditentukanlah tanggal dan hari pernikahan. Biasanya penentuan tanggal dan hari pernikahan disesuaikan dengan weton (hari lahir berdasarkan perhitungan Jawa) kedua calon pengantin. Hal ini dimaksudkan agar pernikahan itu kelak mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh anggota keluarga.



3. Akad Nikah
Akad nikah adalah inti dari acara perkawinan. Biasanya akad nikah dilakukan sebelum acara resepsi. Akad nikah disaksikan oleh sesepuh/orang tua dari kedua calon penganten dan orang yang dituakan. Pelaksanaan akad nikah dilakukan oleh petugas dari catatan sipil atau petugas agama.



4. Panggih
Upacara panggih dimulai dengan pertukaran kembar mayang, kalpataru dewadaru yang merupakan sarana dari rangkaian panggih. 



5. Balangan Suruh
Upacara balangan suruh dilakukan oleh kedua pengantin secara bergantian. Gantal yang dibawa untuk dilemparkan ke pengantin putra oleh pengantin putri disebut gondhang kasih, sedang gantal yang dipegang pengantin laki-laki disebut gondhang tutur. Makna dari balangan suruh adalah berupa harapan semoga segala goda akan hilang dan menjauh akibat dari dilemparkannya gantal tersebut. Gantal dibuat dari daun sirih yang ditekuk membentuk bulatan (istilah Jawa: dilinting) yang kemudian diikat dengan benang putih/lawe. Daun sirih merupakan perlambang bahwa kedua penganten diharapkan bersatu dalam cipta, karsa, dan karya.



6. Ngidak Endhog
Upacara ngidak endhog diawali oleh juru paes, yaitu orang yang bertugas untuk merias pengantin dan mengenakan pakaian pengantin, dengan mengambil telur dari dalam bokor, kemudian diusapkan di dahi pengantin pria yang kemudian pengantin pria diminta untuk menginjak telur tersebut. Ngidak endhog mempunyai makna secara seksual, bahwa kedua pengantin sudah pecah pamornya.



7. Wiji Dadi
Upacara ini dilakukan setelah acara ngidak endhog. Setelah acara ngidak endhog, pengantin wanita segera membasuh kaki pengantin pria menggunakan air yang telah diberi bunga setaman. Mencuci kaki ini melambangkan suatu harapan bahwa “benih” yang akan diturunkan jauh dari mara bahaya dan menjadi keturunan yang baik.



8. Kirab
Upacara kirab berupa arak-arakan yang terdiri dari domas, cucuk lampah, dan keluarga dekat untu menjemput atau mengiringi pengantin yang akan keluar dari tempat panggih ataupun akan memasuki tempat panggih. Kirab merupakan suatu simbol penghormatan kepada kedua pengantin yang dianggap sebagai raja sehari yang diharapkan kelak dapat memimpin dan membina keluarga dengan baik.



9. Timbangan
Upacara timbangan biasanya dilakukan sebelum kedua pengantin duduk di pelaminan. Upacara timbangan ini dilakukan dengan jalan sebagai berikut: ayah pengantin putri duduk di antara kedua pengantin. Pengantin laki-laki duduk di atas kaki kanan ayah pengantin wanita, sedangkan pengantin wanita duduk di kaki sebelah kiri. Kedua tangan ayah dirangkulkan di pundak kedua pengantin. Lalu ayah mengatakan bahwa keduanya seimbang, sama berat dalam arti konotatif. Makna upacara timbangan adalah berupa harapan bahwa antara kedua pengantin dapat selalu saling seimbang dalam rasa, cipta, dan karsa.



10. Kacar Kucur
Caranya pengantin pria menuangkan raja kaya dari kantong kain, sedangkan pengantin wanitanya menerimanya dengan kain sindur yang diletakkan di pangkuannya. Kantong kain berisi dhuwit recehan, beras kuning, kacang kawak, dhele kawak, kara, dan bunga telon (mawar, melati, kenanga atau kanthil). Makna dari kacar kucur adalah menandakan bahwa pengantin pria akan bertanggungjawab mencari nafkah untuk keluarganya. Raja kaya yang dituangkan tersebut tidak boleh ada yang jatuh sedikitpun, maknanya agar pengantin wanita diharapkan mempunyai sifat gemi, nastiti, surtini, dan hati-hati dalam mengatur rejeki yang telah diberikan oleh suaminya.



11. Dulangan
Dulangan merupakan suatu upacara yang dilakukan dengan cara kedua pengantin saling menyuapkan makanan dan minuman. Makna dulangan adalah sebagai simbol seksual. Keserasian dan keharmonisan yang akan diharapkan setelah berumah tangga, dapat saling memberi dan menerima.



12. Sungkeman
Sungkeman adalah suatu upacara yang dilakukan dengan cara kedua pengantin duduk jengkeng dengan memegang dan mencium lutut kedua orang tua, baik orang tua pengantin putra maupun orang tua pengantin putri. Makna upacara sungkeman adalah suatu simbol perwujudan rasa hormat anak kepada kedua orang tua.



Sekian cerita dari saya semoga bisa menjadi gambaran temen-temen dan disegerakan bagi yang sudah mempunyai niat, Aamiin...

Senin, 18 Februari 2019

JDORAMA REVIEW : MY BOSS, MY HERO

22.48

Genre                  : Komedi, Romantis
Pengarang          : Mika Omori
Sutradara           : Toya Sato, Noriyoshi Sakuma, Jun Ishio
Jumlah Episode : 10
Durasi                 : 54 menit
Jadwal Tayang  : 8 Juli – 16 September 2006
Hari                     : Sabtu, pukul 21.00 WIB

Sejauh ini, ini drama Jepang favoritku bangettttttt…..
Sebenarnya sudah lama nonton drama ini, tapi baru sampai episode ke-5. Kemarin karena gabut di kantor jadi nonton sampe habis deeeeh 10 episode di youtube (heheh ;)))
Drama ini super lucu dan udah beberapa kali ku tonton ulang karena tetep ketawa-tawa meskipun udah tau jokes-nya. Drama ini dibuat tahun 2006 tapi ceritanya gak ketinggalan jaman, norak atau jadul sama sekali.

YUK KITA MULAI REVIEW-NYAAAAA…

Drama ini bercerita tentang anak pertama boss yakuza, Sakaki Makio (diperankan Nagase Tomoya) yang juga dikenal sebagai “Tornado Makio” karena kekuatannya dalam berkelahi.
Tampaknya kekuatan Makio berbanding terbalik dengan kecerdasan otaknya (?). Makio sering membuat masalah dalam bernegosiasi dengan mafia lain karena kebodohannya dalam berhitung bahkan tidak bias berpikir lebih dari 90 detik.
Hal itu lah yang dipermasalahkan oleh ayah Makio (bos generasi ke-2) yang akan memberikan tampuk kepemimpinan kepada penerusnya. Ayah Makio membuat kebijakan, bahwa Makio harus kembali bersekolah dan lulus SMA sebagai syarat menjadi penerusnya, kalau tidak adiknya Mikio yang akan menjadi bos generasi ke-3.

Disini lah kisah-kisah lucu dimulaaaai, Makio yang tidak lulus SD dan sudah berusia (27 tahun) terpaksa harus menyamar menjadi anak kelas 3 SMA berusia 17 tahun (beda 10 tahun booook…) dan mengikuti pelajaran.
Apakah Makio mampu lulus SMA dan menjadi bos generasi ke-3 atau bahkan mengacaukannya??


Kelebihan drama ini

1. Cerita yang menarik
Drama ini dibuat dengan cerita yang sangat apik. Pondasi cerita yang kuat dibungkus dengan komedi yang segar. Selain kisah Mikio di sekolah, kisah dan penggambaran sosok yakuza yang menyeramkan tapi tetap menarik dan lucu juga bagian yang ditunggu-tunggu oleh penonton.



Oh iya, ekspresi Makio saat menolak ditunjuk menjawab soal oleh guru bener-bener priceless banget (hahahah;’’’))

2. Beragam kegiatan sekolah yang digambarkan sangat baik
Drama ini menceritakan bagaimana menariknya kehidupan Makio di sekolah, mulai dari rebutan pudding legendaris St. Agnes yang hanya dijual 12 buah setiap harinya, lomba basket, tes keberanian, sulitnya menghadapi ujian akhir dan remedial juga festival musik.


Dalam menjalani kehidupan sekolah yang singkat, Makio akhirnya memahami tentang makna “masa muda, cinta dan persahabatan”.

3. Karakter Kazu yang menarik perhatian
Meskipun semua karakter bermain sangat total dalam drama ini. tapi favorit-ku adalah Kazu. Kazu adalah bawahan Makio di keluarga yakuza. Hobi Kazu adalah menjahit, jadi dia bertugas untuk menyiapkan seragam sekolah, seragam klub basket, juga membuat border di celana dalam Makio saat festival olahraga. Hahaha…)


Tidak hanya itu, Kazu memiliki kesetiaan dan kepekaan yang luar biasa. Setiap Makio dalam kesulitan, kazu akan menolongnya. Bahkan demi mendampingi Makio di sekolah (karena tidak diberi ijin untuk menjadi murid), Kazu bersedia menjadi pesuruh di sekolah St. Agnes.

4. Meskipun ada romantisnya tapi tidak berlebihan
Tidak seperti drama yang lain, kisah romantis antara Makio dan Umemura bukan menu utama dalam drama ini. Meskipun sebenarnya agak kocak juga, kalau orang dewasa (27 tahun) berpacaran ala ABG dengan gadis SMA (17 tahun).

Ku sangat rekomen drama ini, jadi kalau belum tonton harap ditonton yaaa. Pasti bakalan happy sekaligus nostalgia SMA :p


Di ulas oleh @dwi.duaa

Jumat, 15 Februari 2019

Sejauh Mana Ketahanan Jam Water Resistant Terkena Air

00.16
Temen-temen yang suka kegiatan outdoor tentunya tidak asal pakai outfit dan aksesoris, kalau kata orang "salah kostum". Gak lucu kan mau mendaki tapi pakai setelan casual? cocok sih cocok, tapi dari segi kenyamanan bagaimana? hehehe.

Kali ini Saya hanya berbagi info tentang sejauh mana ketahanan jam yang kita pakai jika terkena air, bukan berarti kalau sudah tertulis Water Resistant barati aman terkena air atau buat kegiatan outdoor yang berhubungan dengan air.






Biasanya kode yang tertera di jam tangan menggunakan satuan tekanan Atmosfer yang bertuliskan ATM (Atmosphere Pressure), dan ada yang memakai Bar atau juga M (Meter), tergantung merk jam tersebut.
Untuk 1 ATM = 1.01325 Bar = ± 1 M. Bukan berarti jam tangan yang bertuliskan Water Resist 50 M bukan berarti bisa dipakai menyelam sampai dengan kedalaman 50 meter, namun yang dimaksud adalah tekanan air setara 50 M dalam kondisi statis.

Berikut klasifikasi ukuran Water Resistant yang pada umumnya di jual di pasaran :

Water Resistant 3 ATM / 3 Bar / 30 M
Dalam ukuran ini jam tangan hanya mampu terhadap percikan air atau berwudhu saja, tidak disarankan dipakai saat mandi atau berenang.

Water Resistant 5 ATM / 5 Bar / 50 M
Sudah bisa untuk di pakai berenang di kolam dangkal dan harap hindari pipa-pipa bertekanan air tinggi.

Water Resistant 10 ATM / 10 Bar / 100 M
Sedikit naik level jam ini bisa digunakan untuk berenang dan juga snorkeling saja, dan untuk bermain water sport bertekan arus tinggi masih belum di sarankan.

Water Resistant 20 ATM / 20 Bar / 200 M
Ukuran ini sudah bisa di pakai segala aktivitas olah raga air seperti snorkeling dan menyelam dengan arus rendah. Apabila ingin memakai jam untuk arus tinggi disarankan untuk memakai jam tangan berjenis Diver's Watch.

Pada saat jam masih basah atau masih di dalam air hindari untuk mengoperasikan/ mensetting jam karena tuas jam ketika di tarik dan di tekan rentan air masuk.

Rabu, 13 Februari 2019

MOVIE REVIEW : HEALER

22.29


Genre : Thriller, Romantis, Komedi, Drama
Pengarang : Song Ji-na
Sutradara : Lee Jung-Sub dan Kim Jin-Woo
Jumlah Episode : 20
Durasi : 60 menit
Jadwal Tayang : 8 Desember 2014 – 10 Februari 2015
Hari : Senin dan Selasa, pkl 22.00


Holaaa.. kali ini mau review Drama Korea berdasarkan rekomendasi dari temen yang bilang kalo drama
ini sweet banget…

Jadi Drama ini bercerita tentang pesuruh bayaran dengan sebutan “Healer”, yang bernama asli Seo Jung
hoo (diperankan oleh Ji Chang Wook). Healer bertugas sesuai dengan instruksi klien, mulai dari
mengamankan orang, mengambil/ mengantar data,dll). Meskipun bertugas seperti agen rahasia, tetapi
Healer berkomitmen untuk tidak membunuh.
Dalam menjalankan misinya Healer dibantu oleh seorang hacker dan rekannya. Mereka tidak pernah
gagal karena perencanaan yang matang, hati-hati, teliti dan didukung kemampuan bela diri yang
mumpuni.
suatu hari, Healer ditugaskan oleh kliennya Kim Munho (diperankan oleh Yoo Jitae) untuk mengambil
DNA seorang reporter wanita Chae Youngshin (diperankan oleh Park Minyoung). Misi pengambilan DNA
itu sekaligus mengungkap rahasia kematian ayah Junghoo, masa lalu Youngshin dan kisah 5 sekawan
reporter yang melakukan siaran ilegal 20 tahun yang lalu.

Kelebihan dari drama ini:
1. Memiliki pondasi cerita yang kuat
Mengangkat cerita yang menarik, yaitu mengenai proses dibungkamnya media yang mengekspose
keburukan pemerintah/ elite politik. Disini diceritakan, bahwa tiap media massa yang menyuarakan
mengenai kebenaran, kaum minoritas dan membahayakan elite politik akan dibredel habis
bagaimana pun caranya.
Selain itu, drama ini pun menceritakan kisah persahabatan erat yang harus hancur karena intrik dan
keserakahan salah satu pihak.
Cerita dalam drama ini membuat penonton penasaran sehingga tidak berhenti sampai episode
terakhir.


2. Aksi healer dan team dalam menyelesaikan misi
Sungguh keren bagaimana aksi healer dan team dalam menyelesaikan misi. Mulai dari menerima
misi dari klien, menjalankan misi dengan aksi bela diri, teknik mengintai dan loncat-loncatan healer
(gmz...), hacker ahjumma yang piawai dalam melacak lokasi kejadian, target dan meretas cctv
sampai bantuan dari rekannya yang sangat bisa diandalkan (sebagai kurir, geng motor, sopir atau
dalam hal genting lainnya).


3. Tiap tokoh dapat memerankan karakter dengan baik
Meskipun dalam drama ini tidak bertaburan bintang bintang korea yang ganteng dan cantik, tapi
kita pasti akan terbawa dengan karakter yang dimainkan. Sebel dengan sikap Kim Minsuk yang
manipulative, jatuh cinta dengan karakter hacker ahjumma yang selalu tampil awut-awutan tapi
senantiasa membantu healer, sosok Chae Youngshin sebagai karakter reporter senior dari media
hiburan yang beralih menjadi reporter media politik, juga sosok healer yang teliti, dingin tapi
sekaligus perhatian.


Kekurangan dari drama ini:
- Di tengah cerita, ketika Junghoo dan Youngshin berpacaran terlalu sweet sampai agak lebay.
Junghoo terlalu nempeeeeeelllll kayak perangko. Sampe gak mau lepas, gak mau pisah seperti
abege.
- Saat healer mengetahui masa lalu dan kematian ayah nya, healer sering bertindak sembrono dan
kurang hati-hati sehingga merepotkan hacker ahjumma, rekannya bahkan sampai mengorbankan
nyawa gurunya.
- Ji Chang Wook Nampak terlalu manis untuk memerankan healer sang agen misterius.
Kesan:
Sungguh layak ditonton!! Meskipun di awal cerita agak membosankan (harap ditahan…) karena masih
pengembangan cerita dan pengenalan karakter, tapi di tengah sudah mulai seru dan diakhiri dengan
apik.

Di ulas oleh @dwi.duaa

Follow me

Jangan hanya angan di angan saja