Tampilkan postingan dengan label Mary Higgins Clark. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mary Higgins Clark. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Mei 2017

Ulasan Buku : The Second Time Around (Masih Ada Kesempatan)

22.03






Penulis                       : Mary Higgins Clark
Penerbit                     : PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa               : Kathleen S.W
Tahun Terbit              : 2007
Jumlah Halaman       : 464 halaman


Sebuah kejadian telah menggegerkan sebuah perusahaan baru berkembang yang bergerak di bidang Farmasi dan penemuan vaksin, Gen Stone. Bagaimana tidak, pendiri sekaligus Direktur Pelaksana Gen Stone, Nicholas “Nick” Spencer jatuh dan hilang dari pesawat pribadi yang diterbangkannya sendiri dalam perjalanan bisnis ke San Juan.

Tidak hanya pihak perusahaan, namun para pemegang saham Gen Stone pun tercengang akan peristiwa tersebut. Pasalnya Nick Spencer diberitakan telah membobol uang perusahaan sebesar sepuluh juta dolar dan bahwa eksperimen penyembuh kanker yang sedang dikembangkan Gen Stone kemungkinan menemui jalan buntu.

Belum reda mengenai pemberitaan Nick dan amarah para pemegang saham reda, beredar kabar bahwa ada yang melihat sosok nya di Swiss. Terjadi lah spekulasi bahwa Nick Spencer sendiri lah yang merencanakan jatuhnya pesawat dengan dalih mengambil uang perusahaan dan vaksin yang dikembangkan ternyata hanya proyek nihil. Hal itu didukung oleh tidak ditemukannya mayat Nick di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

Marcia “Carley” DeCarlo adalah seorang jurnalis yang baru bekerja di Wall Street Weekly. Sebelumnya Carley mengelola sebuah kolom mengenai tanya jawab dan konsultasi finansial. Pada tugas pertama nya ini, Carley bersama kedua rekannya di Wall Street Weekly diminta untuk melakukan investigasi mengenai kasus Nick Spencer secara objektif.

Semakin Carley dan rekannya mengumpulkan informasi dari semua orang yang pernah bertemu, berhubungan atau terkait dengan Nick Spencer, semakin yakin pula ia bahwa Nick bukan lah penjahat melainkan korban.

Satu demi satu fakta terungkap, satu demi satu juga mata rantai untuk menungkap kasus ini mengalami musibah.

Kesan saya terhadap novel ini adalah, Pertama seperti tipikal karya Mrs. Clark kebanyakan bahwa yang menjadi tokoh utama adalah perempuan yang independen dan korban nya adalah saudara atau kerabat dekat dari tokoh utama. Hmm.. kebanyakan sih ada hubungan saudara dengan tokoh utama.

Kedua selalu ada kisah romantisme dengan tokoh utama yang bertugas sebagai pendengar, tempat meminta nasihat dan akhirnya sebagai penolong tokoh utama di akhir cerita.

Ketiga, sorry to say menurut saya ini bukan salah satu karya terbaik Mrs. Clark sejauh yang pernah saya baca, ketegangan terasa berkurang, alur bergerak lebih lambat dari biasanya (karena detail-detail pengumpulan data lebih banyak dan terperinci). Meskipun termasuk kategori novel yang bagus dan memiliki cerita yang menarik juga.

Keempat ada dua kasus yang dihadapi oleh tokoh utama, kasus pertama yang sudah diketahui pelaku dan motifnya di awal dan kasus kedua pelaku dan motifnya belum diketahui, bahkan saya pun menebak-nebak siapa pelakunya.


Diulas oleh Dwi Isti Anggraini

Minggu, 06 November 2016

Ulasan Buku : Daddy’s Little Girl

23.01




Penulis                    : Mary Higgins Clark
Penerbit                  : PT. Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa            : Kathleen SW
Tahun Terbit          : 2004
Jumlah Halaman   : 440 halaman

Ellie Cavanaugh mendapati kakaknya, Andre Cavanaugh tidak pulang tadi malam. Pada malam sebelumnya Andrea izin untuk mengerjakan tugas dan belajar matematika di rumah Joan dan akan pulang sendiri tepat pada pukul 9 malam. Namun lewat dari waktu yang dijanjikan Andrea belum pulang juga, bahkan setelah disusul oleh ibu nya ke kediaman Joan ternyata Andrea sudah izin pulang dari pukul 8.
Ayahnya yang merupakan polisi daerah tempat mereka tinggal, Oldham, saat mendengar kabar tersebut langsung mengerahkan rekan-rekannya untuk mencari dimana keberadaan Andrea. Bahkan sampai pada keesokan harinya, pencarian itu pun masih nihil. Andrea belum ditemukan.
Andrea merupakan sosok yang remaja 15 tahun yang menyenangkan. Meskipun sedikit bandel, Andrea banyak disukai oleh orang-orang. Andrea memiliki pacar, yaitu Rob Westerfield yang juga memiliki perilaku serupa. Rob pernah ditilang karena kedapatan mengebut dan ada Andrea disebelahnya. Andrea dan teman-temannya pun sering pergi ke “tempat persembunyian” untuk merokok dan nongkrong. Ellie sering diajak untuk pergi ke tempat persembunyian, meskipun sering dikeluhkan oleh teman-teman Andrea yang lain, Andrea selalu bilang bahwa Ellie anak yang baik dan tidak suka mengadu.
Tau bahwa pencarian Andrea belum menemukan hasil, maka Ellie mencoba mencari di tempat persembunyian. Tempat persembunyian sesungguhnya adalah garasi rumah Nenek Rob yang hanya didatangi pemiliknya untuk menghabiskan waktu di musim panas. Betapa terkejutnya Ellie ketika mendapati apa yang dicarinya. Mayat Andrea ditemukan dengan luka penganiayaan di bagian kepala.
Pencarian pelaku pun dimulai. Rob ditangkap karena, kesaksian Ellie bahwa kakaknya memang berencana untuk menemui Rob di garasi setelah pulang dari rumah Joan. Baju-baju Rob yang dicuci menggunakan pemutih pun masih ada bekas noda darah Andrea. Serta dongkrak yang menjadi senjata pembunuh tersimpan di bagasi mobil Rob terselip beberapa helai rambut Andrea.
Menjalani 22 tahun masa hukuman di penjara tidak membuat Rob mengakui kejahatannya. Di akhir masa tahanannya, Rob mengajukan pembebasan bersyarat dan berupaya untuk membersihkan nama baiknya dengan cara mengajukan sidang ulang dengan membawa saksi kunci yaitu Will Nebels.
Will Nebels, pekerja serabutan yang menawarkan jasa membereskan rumah-rumah di kawasan Oldham, membuat kesaksian bahwa pada malam kejadian dia melihat sosok Paulie Strobel mengendarai mobil Rob dan membunuh Andrea di garasi rumah nenek Rob. Paulie memang sudah sekian tahun memendam hati kepada Andrea, namun cinta nya tidak pernah terbalas.
Ellie yang sudah menjadi reporter investigasi di Alaska saat melihat tayangan tersebut di televisi merasa geram atas pengakuan yang dikemukakan Will Nebels. Ellie yakin bahwa Will Nebels sudah disuap oleh keluarga Westerfield.
Seketika itu Ellie meninggalkan kariernya dan melakukan penyelidikan untuk membuktikan bahwa Rob memang bersalah. Tidak segan-segan Ellie mendatangi penjara sing sing, tempat Rob ditahan, dengan membawa karton yang bertuliskan, siapa yang dapat memberi informasi mengenai Rob Westerfield maka akan mendapatkan imbalan serta tidak lupa dicantumkan no hp nya. Tidak hanya itu, Ellie pun melakukan penyelidikan ke sekolah-sekolah yang pernah Rob masuki untuk melihat track record-nya.
Setiap informasi yang Ellie peroleh dari berbagai informan dan bukti-bukti selalu dia tuliskan di website. Tulisan Ellie di website nampaknya cukup dikhawatirkan keluarga Westerfield yang memang dipandang terhormat di masyarakat.
Kejadian-kejadian mengerikan pun segera saja menghampiri Ellie, dimulai dari apartemennya yang dimasuki orang, adanya tambahan catatan di laptop, apartemennya terbakar pada saat tidur, ada yang menguntit setiap Ellie bepergian bahkan sampai mobilnya dihancurkan dan tangki bensinnya dipenuhi pasir. Mengetahui hal-hal tersebut, ayah, adik tiri dan mantan ataasan Ellie, Pete sungguh mencemaskan keadaan Ellie.
Betulkah Rob Westerfield terbukti bersalah? Siapakah selama ini yang mengincar nyawa Ellie? Mampukah Ellie selamat?

Pendapat saya setelah membaca novel Daddy’s Little Girl ini adalah: Pertama tokoh utamanya bukanlah karakter yang menyenangkan dan dengan mudah dijadikan favorit. Selain keinginan untuk mengungkap pelaku pembunuh Andrea, nyaris semua isi benaknya tidak mengandung simpatik. Belum lagi kekeraskepalaan dan kekurangajarannya yang bikin antipati. Bayangkan sudah ditawari berbagai macam kebaikan, dari ayah, adik tiri, teman Andrea (Joan), mantan atasan (Pete), bahkan Mrs. Hilmers yang apartemennya terbakar habis saat karena Ellie di dalamnya, dia tetap tidak peduli.
Kedua sepertinya Ellie hidup di masa lalu. Di beberapa kesempatan Ellie selalu membayangkan kalau Andrea masih hidup, pasti keluarganya masih kumpul bersama, harmonis dan tidak terjadi kejadian-kejadian buruk yang dialaminya sekarang. Ketiga Paulie Strobel juga bukan sosok yang menyenangkan. Pemuda dewasa digambarkan terlalu lemah. Bayangkan pada saat dituduh oleh keluarga Westerfield sebagai pembunuh Andrea sesungguhnya, Paulie langsung mencoba bunuh diri dengan mengiris urat nadi. Paulie juga selalu didampingi ibunya ketika mengungkapkan kesaksian.
Ketiga novel ini agak membosankan, karena mengangkat kejadian 22 tahun yang lalu bahkan pelaku sudah menjalani masa tahanan. Bahkan saya sudah dapat menebak siapa pelaku nya di tengah-tengah membaca. Membaca novel ini, saya membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding karya Mrs. Clark yang lain. Keempat seperti novel-novel pendahulunya, selalu disisipkan unsur romantik di akhir cerita. Bahwa tokoh utama akhirnya bertemu dengan pujaan hati.
Sekian ulasan dari saya, terima kasih.


Diulas oleh Dwi Isti Anggraini

Rabu, 02 November 2016

Ulasan Buku : You Belong to Me

00.32




Penulis                   : Mary Higgins Clark
Penerbit                 : PT. Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa           : Rini Buntaran
Tahun Terbit          : 1999
Jumlah Halaman    : 400 halaman

Susan Chander, seorang psikolog klinis dan pembawa acara regular di salah satu program radio populer “Tanyakan Susan” sedang mempromosikan sebuah buku yang baru dilaunching berjudul “Wanita-wanita yang Lenyap” karya dari Donald Richard, seorang penulis buku dan juga psikiater kriminologi. Buku itu menceritakan tentang semakin maraknya wanita yang raib secara mendadak tanpa kabar, sampai bagaimana teknik proteksi yang mudah dilakukan wanita-wanita ketika menghadapi situasi yang sulit.
Beberapa saat pada sesi tanya jawab dan konsultasi di radio, semua berjalan baik dan lancar. Sampai Susan menyinggung mengenai kasus Regina Clausen, seorang konsultan keuangan muda berbakat, yang lenyap 3 tahun yang lalu saat berpesiar ke Hongkong dan hanya meninggalkan cincin sederhana berbahan pyrus yang di dalamnya berukirkan “you belong to me”. Pada saat sesi telepon interaktif, tersambung salah satu pendengar yang membeberkan bahwa dia pun mendapat cincin serupa dan ajakan dari seorang pria menawan yang belum pernah dikenalnya pada saat berpesiar sendirian.

Tidak lama setelah mengungkapkan kesaksian, sang penelepon pun menjadi korban dari kecelakaan lalu lintas yang di sengaja. Bahkan tiap-tiap bukti yang semakin mendekatkan untuk mengungkap jati diri si pelaku, malah menjadi korban berikutnya.


See the pyramids along the Nile
Watch the sun rise from the tropic isle
See the market place in Old Algiers
Fly the ocean in silver plane
See the jungle when it’s wet with rain
Just remember till you’re home again
You belong to me


Menatap matahari terbit di pulau tropis
Melihat pasar di Aljir kuno
Menyebrangi lautan dengan pesawat perak
Melihat hutan basah tertimpa hujan
Ingatlah sampai kau kembali pulang
Kau milikku


         Akan kah lirik lagu tersebut menjadi kunci dari kasus pembunuhan berantai? Mampu kah Susan Chandler berlomba dengan waktu sebelum kakaknya, Dee Chandler menjadi mangsa berikutnya?

Kembali Queen of suspense, menunjukkan taringnya dalam karya nya ini. Alur yang dibuat cepat, penulisannya pun padat, minim kiasan yang mempermudah pembaca dalam memahami cerita. Selalu ada kejutan yang disuguhkan di setiap halaman yang dibalik. Bukan jenis buku yang cocok dibaca untuk pengantar tidur. Alih-alih terlelap karena jenuh membaca isi buku, pembaca malah dibuat penasaran atas cerita yang tidak tertebak dan berupaya menduga-duga sendiri siapa pelaku pembunuhan berantai.
Seperti yang sudah menjadi ciri khas Mrs. Clark, setiap tokoh dideskripsikan sebagai pribadi yang baik, professional dan terhormat di masyarakat. Namun di sisi lain, setiap tokoh pun dibuat memiliki kemungkinan yang sama besarnya untuk menghabisi nyawa orang-orang yang menjadi korban.
Pesan Saya yang sudah sudah lebih dulu membaca novel “Loves Music, Loves to Dance” yang juga karya Mrs. Clark dan langsung membaca novel ini, sebaiknya relax and take a deep breath for a while dulu deh. Karena ada beberapa tokoh yang diberi nama yang serupa di novel yang Say abaca sebelumnya, meskipun cerita masing-masing novel tidak ada korelasinya sama sekali. Awalnya Saya sempat kebingungan karena di novel sebelumnya tokoh A kepribadiannya baik, tapi kenapa di novel kepribadiannya jadi buruk. Pikiran Saya, mungkin Mrs. Clark menyukai nama-nama tertentu sehingga digunakan kembali hehe..
Sekian ulasan dari Saya, terima kasih telah membaca yaa J


Diulas oleh Dwi Isti Anggraini

Senin, 31 Oktober 2016

Ulasan Buku : Loves Music, Loves to Dance

00.21





Penulis                  : Mary Higgins Clark
Penerbit                : PT. Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa          : Widya Kirana
Tahun Terbit         : 1995
Jumlah Halaman   : 480 Halaman



Erin Kelley dan Darcy Scott sudah menjadi sahabat semenjak menjadi teman berbagi kamar di masa kuliah. Setelah lulus kuliah, Erin dan Darcy pindah ke kota untuk mengejar karier. Erin berprofesi sebagai desainer perhiasan yang amat berbakat, Darcy sukses sebagai ahli tata ruang. Mereka bersama-sama menjawab iklan kencan di surat kabar New York, untuk membantu Nona Robert, seorang produser TV yang sedang melakukan riset mengenai karakter maupun pengalaman orang-orang yang memasang iklan kencan di surat kabar. Nona adalah teman sesama klub dansa Erin dan Darcy.
Menjawab iklan kencan awalnya hanya kejadian dan keisengan tidak membahayakan. Sampai suatu malam Erin menghilang….
Beberapa hari kemudian mayat Erin ditemukan di dermaga di kawasan Manhattan dengan sepatu kanan mengenakan sepatu dansa bertumit tinggi dan runcing, kaki yang lain mengenakan sepatu nya sendiri. Kejadian ini serupa dengan peristiwa 15 tahun lalu yang menimpa Nan Sheridan dan beberapa gadis muda lainnya.
Apakah pembunuhan ini hanya sekedar copy-cat murder? Atau kah episode pembunuhan berantai dengan iklan kencan menarik lewat surat kabar?
Novel bergenre suspense thriller ini ditulis dengan anggun oleh Mary Higgins Clark. Dengan menggunakan tokoh cerita kalangan menengah atas dalam potret kehidupan yang harmonis, membuat pembaca menebak-nebak siapakah identitas pembunuh. Kepribadian tiap-tiap tokoh digambarkan dengan apik sehingga memudahkan penghayatan. Identitas pembunuh tersembunyi rapat dan rapi sampai melancarkan aksi terakhirnya. Setiap tokoh dibuat sedemikian rupa memiliki motif yang kuat untuk membunuh korban. Di akhir cerita pembaca akhirnya menyadari bahwa bahaya justru mengancam dari kehidupan yang biasa-biasa saja.


Diulas oleh Dwi Isti Anggraini 


















Follow me

Jangan hanya angan di angan saja