Selasa, 13 Agustus 2013

Pesona Senja Pok Tunggal

10.30
Ada yang pernah dengar istilah Pok Tunggal? kalo menurutku Pok = Pohon dan Tunggal = Satu, nah mungkin pantai ini karena ada satu pohon yang menyendiri maka dinamakan Pantai Pok Tunggal.


[ google ]

Aksesnya tergolong mudah, dari candi prambanan ikutin aja penunjuk arah ke Wonosari kemudian arah pantai Baron, Krakal, Kukup. Retribusinya tergolong murah, bayar satu dapat lima pantai sekaligus.
Bagi yang belum pernah kesini di anjurkan untuk bahan bakar full dari prambanan atau wonosari, karena setelah kota sudah tidak ada SPBU lagi.
Dalam perjalanan sudah gak heran lagi dengan tanah gersang dan pegunungan yang berbatu, makanya selalu sedia air mineral biar kerongkongan selalu basah. 



[ google ]
Setelah sampai di penunjuk arah Pok Tunggal jangan kaget dengan aksesnya yang masih batu kuning tapi sebagian sudah ada yang di cor. Itung-itung refleksi badan dulu sebelum nyebur di pantai. hehehehe.


[ spot parkir pok tunggal ]



Setelah sampai lokasi kita langsung di sapa oleh deburan ombak dan pantai yang masih bersih. Bagi yang gak pengen basah-basahan atau hanya menikmati suasana pantai ala bule-bule bisa sewa payung yang sudah tersedia di pinggir pantai, dan jangan lupa bungkus makanan atau minuman yang sudah tidak terpakai jangan ditinggal begitu saja, kasihan pantainya.




Setelah bosan di pasir bisa ganti spot dengan naik keatas bukit dengan jalur seadanya, viewnya juga keren banget bisa memandang lepas pantai Pok Tunggal, lautan Samudera Hindia bahkan benua Australia (versi google map).
[ akses ke atas bukit ]












Tidak hanya keindahan pantainya saja, Pok Tunggal juga mempunyai pesonanya tersendiri di kala senja antara perpaduan sinar matahari yang merona serta awan yang membingkai.

[ Senja dari atas bukit ]


Pok Tunggal

[ by. AP ]







Jadi tidak ada ruginya seharian di Pok Tunggal dari menikmati siang yang membara dan senja yang merona.

Tonton juga video berikut ini, terlihat perbedaan antara tahun 2013 dengan 2017


Sabtu, 04 Mei 2013

Harapan Tak Terduga di Pulau Harapan

06.00
Kepulauan Seribu memeliki pulau sebanyak 342 buah dan terbagi menjadi 2 kecamatan dan masing - masing kecamatan terbagi menjadi 3 kelurahan. Salah satu pulau di kelurahan Pulau Harapan yang terletak pada kecamatan Pulau Seribu Selatan.
Untuk mencapai Pulau Seribu jalur umum penyeberangan lewat pelabuhan Muara Angke, disitu banyak kapal Fery (sebutan kapal penyeberangan) yang khusus buat mengangkut orang saja ke Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Pramuka dan Pulau Harapan. Perjalanan dari Muara Angke sampai ke Pulau Harapan kurang lebih 3 jam.


 [ Kapal Fery Muara Angke ]


[ SPBU di Tengah Laut ]


Bila dari Muara Angke kurang lebih 15 menit akan menemukan SPBU di tengah laut, tentunya kapal - kapal saja yang mengisi bahan bakar. Harga perliternya gak tau berapa, belum pernah beli sih, hahaha.
Setelah 3 jam berlalu memandang lautan lepas sampailah di Pulau Harapan, dengan perpaduan gradasi warna air laut yang menawan di sekitar dramaga.



[ Dramaga Pulau Harapan ]



[ Gapura Selamat Datang ]


[ Dramaga perahu lokal ]


Perahu lokal / nelayan berkapasitas maksimal 15 - 18 orang dengan menggunakan mesin diesel. Berjelalah pulau - pulau menggunakan perahu nelayan menikmati keindahan pulau tak berpenghuni dan snorkling mengamati biota - biota laut.


[ Pulau Gusung ]


[ Nelayan dengan perahu uniknya ]


[ Pengen jadi Superman ]



[ Beraneka ragam biota laut ]


[ Ikan - ikan lagi makan siang ]


[ Foto bersama mereka *ikan ]


[ Pulau Macan ]


Walaupun masih dalam kawasan DKI Jakarta yang terkesan panas dan polusi tinggi namun di Pulau Harapan sangat asri, sejauh memandang terlihat warna biru dan hijau yang membuat mata adem. Inilah harapan yang tak terduga di Pulau Harapan, melebihi harapan yang kita harapka.

[ Pulau Kayu Angin ]


[ Gaya bebas ]

Kamis, 25 September 2008

Who Am I

11.00
Jazztin, label yang aku dapat di salah satu komuitas di kala masih di bangku SMP dan sampai sekarang masih menempel di dunia maya.
Menengok kembali masa pendidikanku, mungkin berat dijalani oleh orang-orang yang bukan seperti aku. Fisikku terbagi dua bagian, pembagiannya bisa dikatakan 50:50 di pendidikan dan atlet. Di satu sisi aku harus menang di setiap kejuaraan dan sisi lain aku harus dapat rangking di sekolah dan pada intinya keduanya mempunyai satu misi yang sama yaitu berprestasi. Dalam 24 jam hanya 6 jam waktu untuk istirahat, 9 jam untuk latihan dan 9 jam untuk belajar / sekolah. Tekanan fisik dan mental sering aku dapatkan ketika sedang latihan personal bahkan saat latihan di club juga terjadi, sempat malu di depan atlet lain namun aku sadar itu akan membuat mental kuat dan berusaha tidak membuat kesalahan.
Kejuaraan demi kejuaraan aku ikuti dari lingkup daerah sampai nasional. Tidak mudah untuk mengalahkan lawan - lawan yang jam terbangnya lebih banyak tetapi usaha membuat permainan yang bagus itu perlu. Di saat mengikuti kejuaraan mau gak mau sekolah harus mengalah, rata -  rata 1 bulan bisa ijin 7 hari dan saat ujian sekolah untuk kelulusan pernah ijin juga, beruntungnya dari pihak sekolah mengerti kenapa aku jarang masuk sekolah. Walaupun jarang masuk aku masih bisa mengikuti pelajaran dan bisa masuk 10 besar.
Beberapa tahun kemudian masuk di perguruan tinggi aku mulai melepas rutinitas seorang atlet dan mulai mencari kesibukan di organisasi internal maupun eksternal kampus. Dari masa sekolah sudah terbiasa meninggalkan pelajaran dan di kampus juga sering meninggalkan jam kuliah karena organisasi. Yang terpenting aku bisa lulus tepat waktu dan wisuda bareng - bareng dengan satu angkatan.

Follow me

Jangan hanya angan di angan saja