Rabu, 20 Januari 2016

Belitong Mereka Menyebutnya

Dunia pariwisata di Indonesia dalam 10 tahun ini sangat berkembang pesat dari bahari, alam pegunungan, kuliner serta budaya. Mungkin dulu hanya diketahui oleh segelintir orang lokal ataupun penjelajah tempat - tempat tersembunyi dan kemudian mereka share ke teman - temannya lalu posting di media sosial akhirnya wisatawan penasaran dengan tempat tersebut tertarik ingin berkunjung, alhasil yang awalnya sepi bisa menjadi ramai yang bisa menambah pemasukan warga sekitar dari retribusi masuk, penjualan kerajinan tangan ataupun oleh-oleh serta jasa guide bahkan bisa menambah devisa negara dari sektor pariwisata dan budaya.

Dalam akhir-akhir ini situasi sekitar memang kurang bersahabat, seperti perekonomian melemah, ancaman teror dan faktor-faktor lain. Namun hal itu tidak membuat surut wisatawan lokal maupun manca untuk mengunjungi tempat-tempat wisata karena keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia sangat sayang untuk dilewati. 

Kali ini saya berkunjung ke Indonesia bagian barat, tepatnya Pulau Belitung, sebuah pulau kecil di Sumatera yang berdiri atas propinsi sendiri sejak tahun 2000 berdasarkan pemekaran kemudian terbentuk Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pulau Belitung atau juga di sebut Bilitong ini terbagi dua kabupaten yaitu, Kabupaten Belitung yang pusat pemerintahannya di Tanjungpandang dan Kabupaten Belitung Timur dengan pusat pemerintahannya di Manggar. Jarak antar pusat pemerintahan tidaklah jauh, tidak perlu berhari-hari sampai tujuan karena akses disana sudah dibuat mulus dengan panorama-panorama yang tergolong masih alami sehingga selama perjalanan tidak membuat jenuh.

Kalian pernah membaca novel karya Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi? nah lokasi tersebut di ambil di Belitung beserta pembuatan filmnya. Dengan disertai pembuatan tanda lokasi syuting, replika SD Muhammdiyah Gantong dan Museum Kata, Belitung semakin banyak pengunjung dari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Yang dulunya hanya jalur laut untuk ke Belitung dan kini jalur udara sudah bisa dipergunakan, serta penyewaan kendaraan umum yang mudah di dapat sehinga akan mempermudah wisatawan untuk explore Belitung.




[ Pulau Lengkuas ]


Bila kalian mampir di setiap pantai pasti menjumpai batu-batu besar yang munjulang tinggi yang tidak bisa di temukan di pulau-pulau lain. Batu tersebut adalah batu granit yang muncul dari perut bumi yang ukurannya lebih besar daripada yang kita lihat sekarang, karena proses pelapukan dan lainnya membuat batu semakin terkikis dalam waktu yang sangat lama.

Bergeser ke pantai Tanjung Tinggi atau juga sering di sebut pantai Laskar Pelangi (lokasi pembuatan film Laskar Pelangi) kalian akan menemukan batu-batu besar dalam jumlah yang banyak. Disetiap sela batu tidak akan pernah sepi pengunjung untuk mengabadikan gambarnya karena begitu bagusnya lekukan-lekukan batu yang masih terjaga kealamiannya.

Berjalan kesisi sudut pantai masih terdapat gugusan-gugusan batu juga yang beraneka bentuk dan ukuran. Namun disini yang membuat mata terpana adalah warna air lautnya merah pekat seperti teh rosella, ketika bertemu dengan warna biru seakan gradasi warnanya tidak bisa mencampur. Saya kira di situ terdapat banyak ganggang merah yang membuat warna air menjadi merah. Tetapi diperhatikan jelih tidak terdapat satupun ganggang merah disitu. Penasaran semakin menjadi dan akhirnya bertanya kepada masyarakat sekitar ternyata warna merah air dari hulu ke laut itu muncul dari sagu.



[ Warna Air Laut Merah ]


Selain bahari di Belitung juga terdapat danau bekas tambang perusahaan yang menarik untuk diabadikan gambar, namanya Danau Kaolin yang warnanya terhihat menyala kalau terkena sinar matahari.



[ Danau Kaolin ]


Lapar jalan-jalan terus? bisa sejenak mampir di Jalan Sriwijaya Tanjungpandan, banyak sekali kedai-kedai ataupun tempat makan lainnya yang menjajakan makanan dan minuman khas Belitung. Dan kali ini saya mampir di salah satu jajan yang paling di cari wisatawan yang berdiri sejak tahun 1973, yaitu Mie Belitung Atep. Mie dengan kuah yang kental dengan campuran emping, udang yang membuat semakin gurih.



[ Mie Belitung Atep ]
[ Teh Tarik ]



Kalian juga harus mencoba minuman teh tarik khas Belitung, yaitu teh yang di campur dengan susu kental manis yang bisa di temukan di Kedai Mak Janah yang mulai merintis usahanya sejak tahun 1970. Banyak menu-menu yang disajikan disini, dari yang manis sampai yang pedas ada tergantung selera masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow me

Jangan hanya angan di angan saja